Suaramu! Mampuka aku Bertanya?

Walu pun kesedihan hati selalu terkurung, hati selalu membujuk disaat ribaku engkau haguskan, kejam tak terlihat dimata saudaraku yang engkau butakan dengan rancagan kehancuran yang tak terduga ke arah yang telah melukai dan membakar semua.

Mampuka aku bertanya! Mengapa engkau tak jawab–disaat engkau sesatkan, aku bersuara engkau tak menjawab, apa jawaban sesungunya kalo memang benar; memang benar. Aku tau betapa kesedian itu melekat ‘tak ada jawaban, selalu mengeluarkan arah yang tak jelas untuk menghancurkan masa depan anak bangsa papua.

Pertanyaanku bukan dari mulutku saja, melainkan dari siapa pun yang merasakan betapa kesedihan itu selalu menghancurkan jati diri seorang ibu, yang selalu terkurung didalam rimba kegelapan yang engkau buat megeluarkan bau yang tak sedab, bagi perasa yang dirasa hanya kehancuran. Engkau telah membutakan semua itu.

Kebencian menghancurkan jati dirimu disaat engkau jatu dan mundur melewati godaan itu. Terjatu tidak seharusnya kita mundur sesudah kita melihat semuanya itu mengambil langka—melukai dirimu hingga membuatmu terluka.

Belajarla untuk orang lain seperti engkau menyayangi dirimu sendiri. Pikirkanlah bahwa ada orang lain yang lebih susa dari mu, yang membutukan pertolongan dan bimbingan dari mu; ikutilah perkataan hati mu bahwa didunia ini ‘tak ada yang sempurna selain hati-mu.

Hati ‘tak bisa membohongi siapa dirimu, dan apa tujuan hidup-mu yang selalu terancam karna kesedian disaat—dimana kita hanya berdiam diri, betapa kesedian ini menghancurkan jati diri-mu sebagai seorang Pria dan Wanita!!

   #Ketakutan Adalah Alasan Dan Kebencian Jawaban# (M.J.K)

 

Iklan

Itu Semua Untuk mu

Waktu mu, pegalaman mu sejak dulu Kau menemukan sebuah lembaran kertas, yang tertulis Merdeka! Harga mati bagi bangsa west papua, terlepas dari ancaman para penjajah dan para penguasa pemodalan (Kapitalis). Hinga sejarah mu, perjalanan yang begitu kejam terlihat disaat engkau di bunuh, di siksa dan di aniyaya oleh para-Kopasus yang memang ‘tak mengala betapa kelakuan mereka yang tidak manusiawi.

Timbulkan Rasa Lapar

Malam begitu dingin tepat disaat hujan rintik

kau bagaikan mentari yang selalu menghiyasi ‘tuk mewarnai hati

Disini aku sedang sepih, Kau mengobati ‘tuk menanti

menahan rasa peri dan menungu kapan kau ‘kan kembali.

 

Mentari bersinar disaat sore ‘kan tiba

terbenam melewati kegelapan malam yang selalu berputar;

Memang…

hidup tak ada waktu untuk bercanda menungu rasa lapar

haus tanpa manisan karna ini yang Aku rasakan!

Betapa kejam penindasan mu yang Engkau berikan.

Hati Ku Engkau Iris Terjepit Terasah Pahit, Kerjaan Politik dan Kemodalan yang Meyakinkan Hasil Kepentingan itu?

Tagisanmu selalu terdengar disaat senja menutupi kegelapan. Tak sempat, kini hari semakin gelap­­_gelisa yang melihat ketakutan itu mucul di saat pembunuhan, pemerkosaan dan penagkapan terhadap masyarakat yang tidak seharusnya dilakukan. Tanpa alasan, mereka dijadikan kita sebagai alat seperti tembok tanpa semen, biar berlalu ditelang maut. Aku tak tau betapa banyak-nya manusia hilang tanpa dipikir panjang.

Dengan adanya konflk masyarakat, ini sebagai bahan pembicaraan. Bagaiman bisa, kelas sosial lebih tinggi dan lebih redah yang kerja beda etnis; warna kulit (Ras), yang jelas pasti ada konflik.

Konflik dikarenakan dengan adanya Kelompok Asosiatif atau Ascotiasional Grup kelompok ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:(1)Direncanakan atau disengaja bentuk; (2)Terorganisir secara nyata dalam suatu wadah; (3)Ada interaksi dan, interaksi serta  komunikasi secara terus menerus; (4)Ada kesadaran kelompok yang kuat; dan Ke(5)Kehadirannya yang kostan.

Kelas Asosiatif adalah pengurus kelas yang sengaja dibentuk sebagai wadah organisasi dengan adanya kepentingan.

Minder melakukan kerja sama tetap ada karna perbedaan. Bisa dibilang Tidak punya sosial (Asosial) yang ada hanya konflik, terjerat dalam rumusan pihak ke dua dan  ke tiga.

Ada dua tekana atau gelombang yang terjadi di dasar laut mengakibatkn bencana sunami_suapan orang asing, yaitu imperialism dan kapitalisme.

Kata imperialisme berasal dari kata Imperator yang artinya pemerinta atau dikenal juga dengan kata Imperium yang bersifat politik. Imperialisme adalah politik yang bertujuan untuk menjajah Negara lain secara Implemen yang terkait dalam setiap bidang pemerintaan dengan adanya (Implementasi) pelaksananaan. Dan kapitalisme adalah paham yang bersendikan kemodalan yang meyakinkan bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya dengan hasil kepentingan  meraih keuntungan sebesar apapun yang di inginkan penjajah.

Jadi, imperialisme dan kapitalisme dapat diartikan sebagai sebuah kerja besar, disebut juga keinginan Negara penjajah mengambarkan perekonomian-nya, yang terdapat di tempat dimana ia sedang menjajah.

Ketidak adilan itu banyak kegagalan karna di permainan pihak ketiga; dan juga dihina dengan penipuan oleh masyarakat papua sendiri. Terjadi karena penagkapan, pembunuhan dan pemerkosaan tanpa aturan hukum perundang-undangan. Ini kenyataan atas kejadian oleh masyarakan papua setiap harinya kehilangan hargadiri dalam melewati penculikan atas kekayaan alam yang diambil lalu dijual hasil kepentingan penjajahan

 

Banyak kejadian jadi sasaran dan isu melekat pada ketakutan masyarakat yang terjadi; dengan banyaknya perbuatan kejam ketakutan pada masa yang akan datang: Ini sasaran mereka meruba bentuk terjadinya konflik antara sesame, terjadinya perlawanan yang tidak wajar.

 

Akiban bentrokan terhadap kotak surah yang dipermainkan: Di tiap kabupaten banyak masyarakat mati tertindas dengan hasil kerja penjajah , berani bayar mahal_asalkan kamu belum paham? Apa nilai kemanusiaan dibandikan hasil perut. Untuk mereka jau lebih besar keuntungan yang mereka dapat dari hasil hutang (Tanah) yang diperoleh dengan kekayaan pertabagan Emas, Minyak, dan dll di tanah Papua.

 

Puisi

Sang Juang

 

Senyumanmu memberiku kehangatan

Disaat aku kesepian melanda banyak akar,

merobos lubang tanah seperti diserang nyamuk demam berdara                          

Ketakutan itu…                                                                                                                    

 Aku bagaikan budak                                                                                                       

hewan peliharaan yang dikejar masuk perangkap                                                     

Malam tutup mata tak bisa dilihat                                                                                

Hanya gambaran                                                                                                         

memikirkan kapan kita baku pegang tanggan.

 

Beribu ingatan terlenyab                                                                                                

 tepat disaat malam                                                                            

Hadir bagaikan simpanan,                                                                                                   

tak terasa esok masih duka yang menimpa banyak sahabat-sahabatku tertindas.

 

Dari banyaknya waktu yang ko taru untuk mengambarkan sesuatu, apa arti hidup tergantung hasil perut?

 

Terjatu…. Tidak seharusnya kau mundur? Semestinya kalo depanmu ada lumpur yang menarik perasaan rasa takutmu. Hidup tak sesuai gambar serupa kertas tanpa coretan, yang ada hanya ketakutan melihat kebohongan­ itu kapan menghilang. Yang pasti tidak seperti begitu?

Bagi mereka yang selalu melihat, dimana datangnya arus yang selalu melukai hati. Hidup di dalam cengkraman kejahatan dan penipuan manipulasi disaat datangnya badai yang terjadi ‘tak sesuai perjanjian, yang sudah terjadi dibiarkan. Malah bertidak kekerasan, kejahatan atas masyarakat yang selalu tertindas meliputi banyak cobaan.

Hinga kini, ketakutan tanpa dipertimbangkan pelaku kejahatan masih selalu memburuh_mengejar impian mereka yang suka membuat onar di depan orang banya. Dari tahun ke-tahun hanya sekejap badai itu muncul melukai, membimbing ‘tak sesuai_meludai, mengambil tanpa ijin barang milik orang lain.

Harapan sebuah kebahagiaan memang terlihat nyata disaat aksi masa menyuarakan Hak penentu-nasib bagi masyarakat yang tertindas menuju kebebasan sepenuhnya.

 

Banyak Pertarungan Melawan Ketidakadilan Itu

Kegagalan karna di permainan orang ketiga; dan juga dihina dengan penipuan oleh masyarakat papua sendiri. Terjadi karena ditangkap, dibunuh tanpa aturan hukum perundang-undang tahun 1945. Ini kenyataan atas kejadian oleh masyarakan papua setiap harinya kehilangan harga diri dalam melewati penculikan atas kekayaan alam yang diambil lalu dijual hasil kepentingan penjajaan (Kapitalis) kekuatan “Imperium” yang artinya “Pemerinta”.

Banyak kejadian jadi sasaran dan isu melekat pada ketakutan masyarakat yang terjadi; dengan banyaknya perbuatan kejam ketakutan pada masa yang akan datang: Ini sasaran, mereka meruba bentuk terjadinya konflik antara satu bangsa papua vs papua, terjadinya perlawanan yang tidak wajar.

Akiban bentrokan terhadap kotak surah yang dipermainkan: Di tiap kabupaten banyak masyarakat mati tertindas karna ada orang ketiga, berani bayar mahal_asalkan kamu belom paham apa nilai kemanusiaan dibandikan dengan hasil perut. Untuk mereka jau lebih besar keuntungan yang mereka dapat dari hasil hutang (Tanah) yang diperoleh dengan kekayaan pertabagan Emas, Minyak, dan lain sebagainya.

Peristiwa Permulaan Mengenal Suatu Hal

“Kasih Sayang Seorang mama” Kenagan akan hati yang tak terlupakan hingan waktu tak tau akan kemana, yang pasti permulahan mengenal suatu cerita kenagan akan kisah perjalanan dari awal. Ko yang perna sa simpa dan berusaha tuk menjaga hati yang telah melekat dengan senyuman.

Hak-hak  akan sesama yang harus di pegang sebagai pedoman akan penderitaan tagisan negeri yang ujung-unjunya tiada arti. Hidup seorang mama atas tagisan anak yang berjalan tak ada arah, karna dipermainkan sebagain alat pekerja; dan diperlakukan seperti hewan buruhan yang di kejar tanpa ada alasan yang jelas arahnya. Penderitaan kasih sayang mama untuk membesarkan anak. Mama penyelamattan ku dan mama suara hatiku tuk lepas dari cegkraman.

M.J.K

Kebencian akan Sesama Sangatlah menyakitkan

Kenapa akan ada kebencian di antara kita; saling tak suka akan sesama sodara, sahabat bahkan keluarga dekat. Rasanya telah tiada_momen yang terindah. Mo pikir sana susah, mo jalan kesana susah. Karna pemikiran orang yang tak jelas; terkadang orang hanya melihat; dan langsung asal menebak.

Menilai orang bukan dilihat dari penampilan tetapi dari hati orang. Hati tak bisa membohongi siapa dia yang sebenarnya; hati adalah yang tak bisa terlupakan dan hati menerima apa yang terjadi. Tidak semua sifat orang sama, pasti ada yang beda.

Kita perluh “menyesuaikan” apa itu (waktu dan tempat). Karna tempat tak semua sama. Dipulau papua, yang jelas pemiliknya orang papua. Ras melanesia. Tuhan sudah menciptakan disitu  tempat-nya bahkan isinya juga miliknya.

Waktu, waktu tidak menuggu seseorang  yang memerlukan waktu; waktu akan terus berjalan hingga melewati banyaknya perubahan dari dia yang suka menipu orang dengan perkataan menyenagkan, padahal menantang_ merusak reputasi harga diri seorang mama yang sudah membesarkan anaknya.

j.k